Selamat Datang Di Blog KRISANTUS M. KWEN

Sabtu, 22 Oktober 2016

UJIAN NEGARA STP REINHA LARANTUKA 2016


“MENJADI MANUSIA YANG UTUH”
Pesan Ketua Sekolah dalam Ujian Negara STP Reinha Larantuka 2016


Larantuka, KMK -- Para calon agen pastoral perlu dibekali berbagai kompetensi baik spiritual maupun intelektual. Agar mereka sanggup menjadi manusia beriman, yang mandiri, profesional, profetis dan misioner.
Foto: Acara Pembukaan UN 2016

Harapan demikian disampaikan Ketua Sekolah Tinggi Pastoral Reinha Larantuka, Hermania Bhoki, S. Fil.,M.Pd. pada pembukaan Ujian Negara (UN) STP Reinha Larantuka pada tanggal 19 – 21 September 2016. Kegiatan akademik periode ke lima tahun akademik 2015/2016 tersebut berlangsung di Aula STP Reinha Larantuka. Peserta yang mengikuti UN berjumlah 21 orang,  yang terdiri dari 5 orang mahasiswa dan 16 orang mahasiswi.


Dalam sambutannya, ketua sekolah mengingatkan calon sarjana agama Katolik ini bahwa Ujian Negara merupakan puncak momentum dari sebuah proses pendidikan yang telah dijalani oleh seorang agen pastoral di lembaga Pendidikan Pastoral Kateketik.

“Pendidikan di STP RL ini telah berusaha mengembalikan, untuk tidak sekedar mengetahui tetapi lebih jauh untuk terampil berbuat mampu menerapkan ilmu ilmu pendidikan dan pengajaran agama katolik. Juga ilmu pastoral dalam praktek mengajar dan praktek berpastoral baik secara kategorial maupun teritorial di paroki, lingkungan dan KBG…” tegas ketua sekolah ini penuh optimisme.

Suster Ketua STP ini mengingatkan peserta UN akan visi Lembaga STP yang hendak direalisasikan sebagai visi pribadi manusia agen pastoral STP Reinha Larantuka yang utuh, yakni yang telah berproses melalui tahapan leaning to know, untuk mengetahui bagaimana seharusnya menjadi seorang guru agama Katolik dan agen pastoral. Juga melakukan learning to do. Bahwa pendidikan di STP RL ini telah berusaha mengembalikan, untuk tidak sekedar mengetahui tetapi lebih jauh untuk terampil berbuat mampu menerapkan ilmu ilmu pendidikan dan pengajaran agama katolik juga ilmu pastoral. Pada akhirnya mereka telah ber-learning to live to geather, belajar untuk menjalankan kehidupan bersama.


Foto: Pengawas Pusat Bpk Niko Nohos, S. Fil. sedang meninjau Ruang UN yang didamping Ketua Panitia UN,  Pater Petrus Tukan, Lic. Theol. dan disaksikan oleh Ketua STP Reinha Larantuka


Mengakhiri sambutannya, suster ketua menegaskannya dan menghimbau dalam pesan reflektifnya, bahwa momen ini adalah cara untuk mengukur kualitas peserta UN sebagai mahasiwa, calon guru agama Katolik dan agen pastoral. Mahasiswa  peserta UN diminta untuk melaksanakan UN ini sebaik-baiknya, penuh tanggung jawab dan jujur.

Dengan mengikuti UN ini, harap Suster Carola, CIJ - nama biara - ketua STP Reinha Larantuka, bahwa para peserta UN harus memiliki perasaan “puncak”  untuk mengakhiri sebuah praktek akademik. Karena menurut alumni pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini, para mahasiswa ini telah menjalankan praktek demi praktek dengan produktif dalam rana kognitif, afetif dan psikomotor.


Pejabat yang mewakili kepala kantor kementrian agama kabupaten Flores Timur adalah pengawas pendidikan agama Katolik, bapak Agustinus Riwu BA. Dalam sambutannya di acara pembukaan UN STP Reinha Larantuka, Bapak Agus Riwu menegaskan bahwa UN adalah moment perjalanan sejarah bagi lembaga STP Reinha Larantuka dan bagi para peserta Ujian Negara.


Oleh karena itu, himbau Agustinus Riwu, hendaknya para peserta UN ini perlu merefleksikan momen ini sebagai sarana untuk meraih kesuksesan untuk menjawab tuntutan pengetahuan tentang ajaran agama dan atau menjadi ahli ilmu agama.


 “Momen hari ini dan beberapa hari ke depan akan menjadi penting ketika kita menanggapinya sebagai peristiwa yang bermanfaat bagi para peserta, bagi Lembaga STP Reinha, bagi institusi Kementerian Agama/Pemerintah RI, dan bagi Gereja” tegas Agus Riwu, demikian beliau disapa.

Foto: Pejabat/pengawas Kemenag Kab. Flores Timur, Bpk Agustinus, BA.


Dihadapan peserta UN, Agus Riwu memberikan peneguhan bahwa idealnya para peserta yang sekarang hadir adalah orang-orang yang sudah siap tentang pengetahuan tentang ajaran agama atau ahli ilmu agama.


UN periode 2016 ini dihadiri oleh pengawas dari pusat, yakni Kepala Seksi Pengembangan Akademik dan Akreditasi Direktorat Jenderal Bimbingan masyarakat Katolik - Kementerian Agama Republik Indonesia, Bapak Nikolaus Nohos, S.Fil.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar